Lutviana Ulfah: Saya Mencintai Syeh Puji
November 7th, 2008
seleb | Thursday, 06 November 2008 | |
Teka-teki tentang perasaan Lutviana Ulfah setelah dinikahi Syeh Puji akhirnya terjawab. Dugaan bahwa Ulfah menjalani kehidupan rumah tangga dengan terpaksa dan tertekan serta karena desakan orang tua ternyata meleset. Dirinya malah mengaku mencintai Syeh Puji dan tidak ingin berpisah dengan suaminya itu.
Perasaan Ulfah itu diketahui saat diadakan pertemuan dengan wartawan setelah diperiksa Polwiltabes Semarang. Mantan siswi kelas II SMP Negeri II Bawen itu duduk berdampingan dengan suaminya, Syeh Puji. Dia menjawab semua pertanyaan wartawan dengan lancar. ”Saya tidak mau dipisahkan dengan Syeh Puji. Saya cinta dan hidup berbahagia dengan Syeh Puji,” kata Ulfah dengan lantang sembari melepas senyum manisnya. Pertemuan itu berlangsung di restoran Hotel Kediri, kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang. Sebelum menjawab pertanyaan, gadis kelahiran 3 Desember 1995 itu memberikan pernyataan kepada wartawan. Dia mengatakan, dirinya selama ini hidup berbahagia dan tidak tertekan seperti yang diberitakan media massa. ”Salah kalau dikatakan selama ini saya tertekan. Saya merasa senang dan bahagia sekali sekarang ini,” tambahnya. Bahkan, dia senang hidup di lingkungan Ponpes Miftahul Jannah milik suaminya itu karena punya banyak teman. Karena itu, dia menyalahkan pendapat bahwa hidupnya tidak berbahagia dan tertekan setelah menikah dengan pengusaha yang bernama lengkap H M. Pujiono Cahyo Widianto itu. Ulfah selanjutnya mohon doa restu untuk kehidupan rumah tangganya yang baru dijalaninya hampir tiga bulan itu. Dia berjanji menjadi ibu rumah tangga yang baik dan berusaha menjadikan keluarganya sakinah. ”Saya mohon doa restu dan mohon maaf kalau sikap saya selama ini tidak berkenan di hati banyak orang. Yang jelas, saya katakan sekali lagi, saya tidak mau dipisahkan dengan Syeh Puji,” katanya. Sementara itu, Syeh Puji mengklarifikasi julukan ustad dan kiai untuknya. Menurut pengusaha yang memproduksi kaligrafi dari bahan kuningan itu, tidak tepat kalau dirinya dipanggil syeh atau ustad. Sebab, dia tidak memiliki latar belakang tentang itu. ”Saya juga bukan ulama atau tokoh agama. Kalau mau panggil saya, panggil saja Pujiono atau Syeh Puji. Sebab, panggilan syeh itu menurut saya adalah embah (kakek),” katanya. Mengenai sikapnya akhir-akhir ini yang tertutup dan menyembunyikan diri, Syeh Puji membantah hal itu. Menurut dia, sebenarnya dia ”alergi” dengan para pemburu berita. Khususnya setelah berita masalah dirinya tersebar luas dan dinilai sudah simpang-siur. ”Saya tidak apa-apa diberitakan macam-macam seperti itu. Yang penting, saya dengan Ulfah suka sama suka dan kini hidup berbahagia,” ujar Syeh Puji. Mengenai pengembalian Ulfah seperti yang dibicarakan dengan Komnas Perlindungan Anak, Syeh Puji menyerahkan persoalan tersebut kepada kuasa hukumnya. ”Biar semua nanti kuasa hukum saya yang urus.” (jawapos) ![]() |
Teka-teki tentang perasaan Lutviana Ulfah setelah dinikahi Syeh Puji akhirnya terjawab. Dugaan bahwa Ulfah menjalani kehidupan rumah tangga dengan terpaksa dan tertekan serta karena desakan orang tua ternyata meleset. Dirinya malah mengaku mencintai Syeh Puji dan tidak ingin berpisah dengan suaminya itu.

“Lutviana Ulfah: Saya Mencintai Syeh Puji”